VIVAnews - Fujitsu baru-baru ini memperkenalkan mesin pemindai kelas produksi A3 berwarna fi-6800. Produk ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan di berbagai lingkup organisasi.
Mesin pemindai kelas produksi A3 terbaru ini disegmentasikan bagi sektor kesehatan, finansial, pemerintahan, legal dan pasar-pasar vertikal. Adapun perangkat yang mendukung kampanye ‘hijau’ ini diklaim sanggup mendigitalisasi dokumen A4 dengan cepat.
Jika dengan orientasi landscape, kecepatannya disebut mencapai 130 halaman per menit (page per minute/ppm) dalam mode simplex (satu sisi), atau hingga 260 gambar per menit (image per minute/ipm) pada mode duplex (dua sisi). Kemampuan ini memudahkan pengguna memindai kartu nama, foto, hasil cetakan komputer, electrocardiograms, dan aneka ragam dokumen lain.
Mesin juga dilengkapi dengan Paper Protection dan Multifeed Protection untuk menghindari kertas macet di dalam mesin ketika proses pemindaian berlangsung. Dengan demikian mengurangi waktu yang hilang akibat kegagalan pemindaian.
Menilik fiturnya, fi-6800 dilengkapi dengan fasilitas Automatic Sorting, artinya ia mampu menyediakan fleksibilitas untuk memilih mode penyortiran lembar dokumen secara unik atau berdasarkan barcode, sehingga memudahkan pemisahan berbagai dokumen kantor.
“Fungsi ini mengurangi waktu operasional mesin pemindai. Setelah memindai, Automatic Stacker akan mengatur dokumen asli,” sebut Fujitsu dalam keterangannya, 9 Februari 2010. “Sementara Automatic Image Quality Checker akan memeriksa gambar-gambar yang sudah dalam bentuk soft-copy, untuk mencari penyimpangan seperti bekas lipatan dan sobekan kertas.”
Sayangnya, untuk organisasi level UKM, dengan kualitas yang memang mumpuni, harga Fujitsu fi-6800 masih terbilang cukup mahal, sekitar USD 20.000 atau setara Rp 186 juta per unit. Adapun untuk produknya sendiri telah tersedia di Indonesia, juga di Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina dan India.