VIVAnews - Kemarin, tablet komputer besutan Apple yang paling dinanti tahun ini, diluncurkan. Peluncuran dilakukan sendiri oleh pendiri sekaligus tokoh flamboyan Apple: Steve Jobs.
Apple menamakannya sebagai iPad. Walaupun kedengarannya mirip-mirip dengan 'iPod' atau 'iPhone'. Tapi agaknya, nama 'iPad' tidak memiliki 'sihir' yang mengundang decak kagum, justru malahan menuai protes dan kontroversi.
Buktinya, baru berselang sehari setelah peluncurannya, merek 'iPad' yang dipilih Apple langsung dipermasalahkan vendor-vendor lain. Tak kurang perusahaan elektronik multinasional asal Jepang Fujitsu dan produsen chip terbesar di Eropa STMicroeletronics langsung mengklaim bahwa merk iPad telah mereka gunakan jauh sebelum tablet PC Apple itu dirilis.
Fujitsu misalnya, telah lama melabeli nama 'iPad' pada perangkat POS (point-of-sale) yang biasa digunakan oleh kasir-kasir di toko sebagai penunjuk data harga barang dan stoknya di toko.
Fujitsu telah memperkenalkan gadget berlayar 3,5 inci, yang ditenagai prosesor Intel PXA270, serta sistem operasi Microsoft CE. NET, itu sejak tahun 2002.
Tak hanya Fujitsu, STMicro, juga telah menggunakan merk iPad untuk perangkat-perangkat semikonduktor yang ekslusif dijual di Eropa sejak tahun 2000.
Saking sudah pasaran, nama iPad juga telah digunakan oleh Siemens untuk mesin dan motor buatan mereka. Bahkan, perusahaan Coconut Grove Pads yang berlokasi di Kanada, sejak 2008 juga menggunakan brand iPad sebagai merek pakaian dalam 'pengencang' alias bantalan untuk bra.

Situasi ini mirip tahun 2007, di mana terjadi kasus serupa antara Apple dan Cisco dalam memperebutkan hak paten atas nama iPhone. saat itu, Cisco menggugat Apple, tapi ujung-ujungnya kedua perusahaan sepakat untuk berbagi nama brand tersebut.
Perwakilan STMicro belum berencana melakukan aksi apapun sehubungan peluncuran nama brand iPad. Adapun Fujitsu masih akan melihat perkembangan lebih lanjut.
"Perusahaan kami akan mengikuti pengumuman iPad oleh Apple serta melihat kemungkinan adanya penyalahgunaan merek kami. Kami sedang melakukan diskusi internal dengan penasihat merek kami, dan sementara tidak bisa berkomentar lebih jauh," ujar Fujitsu, seperti dikutip dari FT.