VIVAnews - Nexian seperti tak ingin kehilangan pamornya sebagai pioner ponsel 'BlackBerry' versi ekonomis. Setelah pertengahan tahun lalu sukses meluncurkan ponsel imitasi BlackBerry, NexianBerry, kini Nexian mulai meniru fitur-fitur yang disajikan oleh BlackBerry.
"Sebagai salah satu produsen ponsel lokal pertama yang terjun ke pasar ponsel Qwerty, kami mencoba menghadirkan sesuatu yang dapat mempertahankan posisi sekaligus memperluas pangsa pasar," kata ujar Martono Jaya Kusuma Presiden Direktur Metrotech (perusahaan prinsipal Nexian), Jumat 29 Januari 2010.
Maka, setelah aplikasi Facebook, Nexian juga mulai menghadirkan layanan yang juga meniru fitur andalan BlackBerry, yakni BlackBerry Messenger (BBM)."Nexian Messenger merupakan tool serupa yang dimiliki BlackBerry, yang belum dimiliki oleh ponsel lokal (ponsel China - red) sebelumnya," kata Martono.
Layaknya BBM, Nexian Messenger adalah aplikasi chatting yang hanya berjalan pada ponsel Nexian. Metode yang digunakan pun sama. Pengguna perlu memasukkan nomor PIN rekannya agar bisa saling berkomunikasi. Selain chatting dan menambah kontak, pengguna bisa membuat group, mengubah profil, update status, dan lain-lain.
"BlackBerry bisa merebut hati masyarakat, karena sesama pengguna yang bisa melakukan chat lewat BBM," kata Martono. "Padahal, masih ada kalangan masyarakat lain, khususnya kelas menengah dan bawah yang belum tersentuh BlackBerry. Segmen ini yang akan kami garap," ia melanjutkan.
Untuk saat ini layanan 'BBM' Nexian hanya bisa dinikmati bagi pelanggan XL Axiata. Bagi para pembeli ponsel Nexian NX-G801 yang dibundel dengan paket XL seharga Rp 999 ribu, itu Nexian Messenger akan tersedia secara gratis selama 45 hari, hingga Maret 2010 mendatang.
Selanjutnya, pelanggan XL Axiata dikenakan tarif Rp 500 per hari atau Rp 15 ribu per bulan untuk layanan 'BBM' Nexian ini. Pemilik ponsel Nexian yang berbasis sistem operasi Nexian OS juga bisa menikmati fitur ini dengan berlangganan layanan XL tadi.
Sebenarnya langkah Nexian ini bukan yang pertama. Vendor ponsel lokal lain seperti MicXon juga telah menyediakan layanan sejenis bertajuk M2M (MicXon to MicXon) Messenger. Hape Esia Online juga telah menyediakan fitur Esia Messenger bagi para pelanggan Esia.
Menurut Martono, strategi semacam ini ditempuh karena produsen ponsel lokal kini tak bisa hanya bermain di harga yang rendah. Oleh karenanya ia mulai mencari keunggulan lain dengan menawarkan fitur-fitur yang memang diminati oleh pelanggan.