VIVAnews - Setelah kunjungan dari perwakilan Bursa Efek Korea, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menerima beberapa perwakilan bursa Asean, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Pada kunjungan tersebut, BEI menjajaki kerjasama teknologi informasi (TI) atau produk pasar modal dengan bursa-bursa tersebut.
Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun mengatakan, tujuan kunjungan tersebut adalah untuk mengembangkan bursa Asean menjadi lebih kompetitif dibanding bursa global.
Bursa tersebut akan menjalin berbagai kerja sama, sesuai dengan kultur dan situasi pasar di tiap negara. "Kerja sama bisa dari segi TI atau produk," kata Adikin di gedung bursa efek, Jakarta, Selasa 19 Januari 2010.
Para perwakilan bursa Asean itu berkunjung ke BEI pada 18-19 Januari 2010. Rombongan terdiri atas lima orang yang merupakan kepala divisi di tiap bursa negaranya.
Kunjungan tersebut merupakan pertemuan rutin strategic working group meeting. "Kali ini, Indonesia yang menjadi tuan rumahnya," kata Adikin.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Wan Wei Yiong menambahkan, kerja sama tersebut juga akan mempertimbangkan kebutuhan serta kepentingan dalam negeri.
"Harus memberi keuntungan bagi Indonesia," katanya.
Adikin menjelaskan, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan rencana penerapan perdagangan elektronik terintegrasi di Asean (Asean Linkage). Tiap perwakilan melaporkan perkembangan yang selama ini sudah dilakukan.
"Kami akan melihat kebutuhan dan penerimaan pasar," ujarnya.
Lebih jauh, Adikin mengakui, otoritas bursa dalam negeri juga masih menyiapkan kebutuhan Asean Linkage tersebut. Selain menggodok harmonisasi peraturan, BEI juga mendorong anggota bursa (AB) serta emiten Tanah Air untuk meningkatkan kualitasnya.
Setelah mengunjungi bursa efek, perwakilan bursa Asean tersebut akan berkunjung ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
arinto.wibowo@vivanews.com