VIVAnews - Program Desa Punya Internet alias 'Desa Pinter' besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika belum rampung. Sang menteri yakin, program itu akan terlaksana sepenuhnya empat tahun lagi.
"Hingga saat ini Desa Pinter sudah terealisasi 94 persen dan tersebar di Indonesia," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring. "Target kita, 10.000 Desa Pinter di tahun 2014 bisa tercapai.
Hal itu disampaikan Tifatul di sela menghadiri Silaturahmi Nasional Keluarga Besar Pondok Modern Gontor, Jakarta, Minggu 17 Januari 2010.
Menurut Tifatul, pemerintah akan fokus utamakan kawasan Indonesia Timur untuk tahap awal. Tetapi kendalanya, untuk membangun Desa Pinter perlu adanya prasarana sebelumnya, seperti listrik dan telepon.
"Jadi, untuk beberapa wilayah yang belum ada prasarana itu, akan kita bangun jaringan telepon atau listrik terlebih dulu," ujar mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Ditegaskan Tifatul, sesuai rencana yang ada maka program akan dilanjut dengan pembangunan Desa Informasi. Desa Informasi ini gabungan dari semua fasilitas seperti telepon, internet, dan televsi.
"Kalau televisi juga belum masuk, kita akan bantu dengan pemerataan sarana TV kabel. Sekarang, wilayah Indonesia Timur masih banyak yang belum ada televisi," tegas dia.
Tetapi, lanjut Tifatul, untuk pengadaan prasarana harus fair. Karena saat ini di beberapa kota di Kalimantan dan di beberapa wilayah Indonesia Timur, ada penyalahgunaan jasa TV kabel.
"Itu harus diawasi. Misalnya, seorang pengguna jasa Indovision 'menjual' kembali jasa TV kabel ke sekitarnya dengan memungut 30.000 per bulan per pelanggan. Itu kan tidak fair bagi provider," tegas dia.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews