Sains & Teknologi

BTS 'Kotoran Sapi' Baru Sebatas Riset

Kalau memang bekerja, BTS ramah lingkungan itu akan diperluas secara nasional dan bertahap

Minggu, 17 Januari 2010, 13:38 WIB
Ismoko Widjaya, Muhammad Chandrataruna
Mengaduk kotoran sapi untuk dijadikan biogas (Antara/ Rezza Estily)

VIVAnews - Gembar-gembor program memanfaatkan kotoran sapi sebagai energi alternatif untuk mengoperasikan tower BTS (base transceiver station), sejak Desember hingga saat ini belum terlaksana. Program itu masih sebatas riset.

"Progress-nya baru sebatas riset, akan diimplementasikan segera setelah program 100 hari ini," Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring di sela menghadiri Silaturahmi Nasional Keluarga Besar Pondok Modern Gontor, Jakarta, Minggu 17 Januari 2010.

Menurut Tifatul, Kementeriannya akan mencoba riset itu di beberapa lokasi. Kalau memang bekerja, BTS ramah lingkungan itu akan diperluas secara nasional dan bertahap.

"Risetnya sudah terlaksana, dan hasilnya cukup memuaskan. Jadi, 10-20 kotoran ekor sapi itu setiap hari bisa diolah menjadi biogas. Kemudian, dari biogas akan bisa memberi suplay energi pada 1 tower BTS," ujar dia.

Tifatul menegaskan, kementeriannya juga bekerja sama dengan Departemen Pertanian yang diharapkan dapat menyumbang sapi.

"Kami hanya akan olah kotorannya saja. Kami usahakan dalam waktu dekat, langsung setelah program 100 hari ini rampung," ujar mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ