Sains & Teknologi
Situs Jejaring Sosial

Facebook Dongkrak Angka Perceraian

Pasangan yang curiga juga memanfaatkan situs jejaring sosial untuk menemukan bukti.

Rabu, 30 Desember 2009, 00:02 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
  (digiactive.org)

VIVAnews - Situs jejaring sosial, yang menghubungkan antara seseorang dengan teman lamanya sekaligus membuat penggunanya bisa berkenalan dengan orang baru secara online, disebut-sebut sebagai salah satu penyebab meningkatnya jumlah perpecahan rumah tangga.

Para pengacara perceraian mengklaim bahwa ledakan popularitas situs jejaring sosial seperti Facebook dan Bebo memancing pengguna untuk mengkhianati pasangannya.

Pasangan yang curiga juga memanfaatkan situs jejaring sosial tersebut untuk menemukan bukti-bukti bahwa telah terjadi pendekatan atau bahkan hubungan gelap yang menjurus ke perceraian.

Salah satu firma hukum yang khusus menangani masalah perceraian mengklaim, hampir satu dari lima kasus perceraian yang mereka proses menyebutkan Facebook sebagai salah satu sumber masalah.

“Saya mendengar dari staf saya bahwa banyak orang yang menyebutkan bahwa mereka menemukan banyak hal seputar partner mereka di Facebook,” kata Mark Keenan, Managing Director Divorce-Online, seperti VIVAnews kutip dari Telegraph, 30 Desember 2009.   

“Saat saya memutuskan untuk menelaah lebih lanjut sejauh mana hubungan antara Facebook dan perceraian, saya sangat terkejut melihat bahwa 20 persen gugatan cerai menyantumkan Facebook sebagai salah satu dasarnya,” kata Keenan.

Keenan menyebutkan, alasan yang paling banyak muncul adalah pengguna melakukan perbincangan seputar seks dengan orang yang tidak sepantasnya. “Email menggoda dan pesan-pesan yang ditemukan di halaman Facebook juga semakin banyak digunakan sebagai bukti perilaku yang menyimpang,” ucap Keenan.

Popularitas situs Friends Reunited beberapa tahun lalu juga sempat dituduh sebagai penyebab terjadinya lonjakan dalam perceraian saat suami dan istri yang sedang mengalami kebosanan menggunakannya untuk menghubungi kekasih lama ataupun cinta pertama mereka.

Angka perceraian di Inggris memang telah turun dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, dua dari lima percerian terjadi masih cukup tinggi dari sisi statistik.

Keenan menyebutkan, angka perceraian rata-rata kemungkinan akan meroket di tahun 2010 mendatang, dengan resesi global yang terjadi di 2008 dan 2009 mulai memberikan dampaknya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
ter's doank
31/12/2009
poko'y yg sk maen FB inget lagu ni y :D "cinta mati harus dijaga sampai mati, jangan sampai ke lain hati, nanti jadinya patah hati,hati-hati menjaga hati, mata hati..." hehe...
Balas   • Laporkan
ter's doank
31/12/2009
poko'y yg sk maen FB inget lagu ni y :D "cinta mati harus dijaga sampai mati, jangan sampai ke lain hati, nanti jadinya patah hati,hati-hati menjaga hati, mata hati..." hehe...
Balas   • Laporkan
dalal pekalongan
30/12/2009
wah, dampak negatif perkembangan teknologi. jika tidak digunakan dengan bijaksana akan berdampak demikian.
Balas   • Laporkan
MGHEE
30/12/2009
BETUL 1000X
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ