VIVAnews - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) berupaya memperoleh tambahan pembiayaan vendor (vendor financing) sebesar US$ 150 juta. Komitmen pendanaan sebesar US$ 150 juta dari vendor sebelumnya, Huawei, sudah terpakai hingga 30 persen.
Direktur Keuangan Bakrie Telecom Jastiro Abi mengatakan, perseroan sedang bernegosiasi dengan calon vendor. Vendor tersebut nantinya berpotensi mengucurkan dana hingga US$ 150 melalui komitmen vendor financing.
"Calon vendor-nya sudah ada," kata dia saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Senin 21 Desember 2009.
Jastiro menambahkan, komitmen dari vendor sebelumnya, Huawei, sudah dicairkan hingga 30 persen, atau sekitar US$ 45 juta dari total US$ 150 juta. Dana tersebut mengalir sejak 2008 hingga saat ini. "(Dana) untuk mendanai kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) kami," ujarnya.
Selain melalui vendor financing, dia menambahkan, perseroan juga melirik penerbitan obligasi internasional sebagai alternatif pembiayaan. Meski demikian, operator telekomunikasi ini belum menentukan waktu penerbitan obligasi dan pengatur (arranger)-nya. "Masih mengkaji alternatif yang terbaik," ujar dia.
Jastiro mengungkapkan, dana tersebut nantinya dipakai untuk memenuhi kebutuhan perseroan dan pembiayaan kembali (refinancing) utang.
Bakrie Telecom, dia menambahkan, memiliki utang jatuh tempo pada 2011-2012 sebesar US$ 140 juta serta obligasi Rp 650 miliar yang akan jatuh tempo pada 2012.
Jastiro mengatakan, Bakrie Telecom menargetkan penambahan pelanggan menjadi 14 juta sepanjang 2010. Hingga akhir 2009, perusahaan mengestimasi jumlah pelanggan mencapai 10,5 juta. "Per September, pelanggan kami sudah 9,8 juta," tuturnya.
Operator Esia ini akan menggenjot pelanggan melalui inovasi produk baru dan menggiatkan pelayanannya.
arinto.wibowo@vivanews.com