Sains & Teknologi
Solusi Enterprise

HDS Gelar Konferensi Video Cloud Computing

Storage terintegrasi dan terbuka mampu jawab tantangan pertumbuhan data tak terstruktur.

Rabu, 16 Desember 2009, 11:07 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
Cloud Computing (ascendtraining.com)

VIVAnews - Penyedia teknologi storage Hitachi Data Systems (HDS) baru-baru ini membuka konferensi virtual tentang strategi komputasi awan (cloud computing).

Konferensi virtual www.hds.com/go/virtual-show tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong pemahaman tentang strategi awan menyusul peluncuran solusi komputasi awan yang mengkombinasikan teknologi terbaik dari Hitachi Data Systems.

Melalui konferensi, Hitachi mempresentasikan bagaimana teknologi storage terintegrasi dan terbuka yang terkait dengan komputasi awan mampu menjawab tantangan pertumbuhan data tak terstruktur.

“Teknologi storage ini tersedia untuk menangani aneka ragam beban kerja dari aplikasi yang digunakan pengguna,” kata Sunil Chavan, Director Content & File Services HDS Asia Pasifik, pada keterangannya, 16 Desember 2009.

Secara khusus, jelas Chavan, konferensi ini menunjukkan efektivitas dari Hitachi Content Platform (HCP) yang tak hanya menyediakan pengamanan, tetapi juga keandalan dalam menangani banyak sistem dalam infrastruktur awan.

“Seluruh teknologi dari Hitachi Data Systems ini memungkinkan perusahaan mengadopsi layanan komputasi awan sesuai kemampuan dan kebutuhannya,” ucap Chavan.

Konferensi virtual tersebut akan berlangsung selama empat bulan sejak Desember. Di dalamnya, pengunjung bisa mendapatkan berbagai macam informasi tentang teknologi HDS yang terkait dengan komputasi awan dan HCP.

“Melalui konferensi ini, pengunjung juga bisa menyimak presentasi dari para pakar Hitachi Data Systems, melihat demonstrasi produk dan membaca studi kasus. Konferensi virtual ini juga menyinggung sinergi komputasi awan dan HCP dalam mengintegrasikan manajemen storage, menurunkan biaya kepemilikan dan menyederhanakan operasional,” ucapnya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
programmer ndeso
16/12/2009
Selama bandwidth di Indonesia masih itungan puluhan kbps, lupakan aja deh impian cloud computing. Gw bukannya ga trtarik newbie spt ini, cuma mestinyadar aja kalo akses internet cuma 10 kbps mentok, mo buat apa ? hiks.... serasa di kutub ajah kl spt ini,
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ