VIVAnews - Pertumbuhan ponsel kian pesat di tanah air. Dimulai dari Nokia Communicator yang mana Indonesia sempat menjadi pasar terbesar di dunia, disusul dengan fenomena BlackBerry, kini pasar marak dengan ponsel Qwerty asal China.
Fenomena tersebut merangsang inisiatif PT Intouch Innovate Indonesia (inTouch) untuk mengembangkan aplikasi Mobinity.net.
Mobinity.net, atau mobile community network, merupakan aplikasi ODP (On Device Portal) yang khusus dibuat oleh pengembang teknologi, aplikasi, dan solusi mobile asal Indonesia. Tujuannya untuk menyediakan berbagai konten mobile.
Adapun konten yang disuguhkan inTouch pada portal ini cukup variatif. Mulai dari mobiFriends (client untuk Facebook), mobiChat (Yahoo Messenger dan MSN Messenger), mobiGroups (Facebook Groups), mobiNews (akses berita dan foto lengkap), mobiReporter (aplikasi warta warga atau citizen journalism), sampai mobiMarket (aplikasi serupa iklan baris di berbagai portal populer, seperti SMS Iklan Kompas dan Kaskus FJB), tersedia dengan tarif terjangkau, yakni mulai Rp 500 per harinya.
“Ini bisa menjadi solusi bagi pengguna Internet atau Facebook di ponsel-ponsel asal China juga,” kata Kendro Hendra, CEO inTouch di Jakarta, 15 Desember 2009.
“Rata-rata ponsel (asal China) tersebut menawarkan tidak lebih dari solusi launcher untuk mengakses Facebook melalui browser dengan biaya GPRS berdasarkan pemakaian,” ucap Kendro.
Dengan Mobinity.net, yang merupakan aplikasi (client) jejaring sosial yang dilengkapi dengan APN (access point name) khusus, yang memungkinkan operator menyediakan paket data tak terbatas (unlimited), pengguna ponsel jenis apapun yang berjalan di platform Symbian S60 dan Java MIDP 2.0 mampu menikmati beragam konten tanpa perlu mengkhawatirkan kocek yang harus dibayar.