VIVAnews - Menurut catatan IDC, dalam laporannya yang bertajuk Asia/Pacific Quarterly PC Tracker Q3/2009, sekitar 25 persen PC yang terjual di Indonesia merupakan PC rakitan.
Meskipun masih merupakan penguasa pasar, tetapi selisih antara penjualan PC rakitan dengan PC branded sudah semakin menipis.
“Jika dikatakan keberadaan PC-PC rakitan akan semakin terancam, saya pribadi setuju,” kata Martin Wibisono, Category Director PSG HP Indonesia, di Jakarta, 14 Desember 2009.
“Alasannya, varian PC branded semakin banyak dan beragam dengan selisih harga yang semakin kecil dengan PC rakitan,” kata Martin. “Selisihnya hanya sekitar 5 persen,” ucapnya.
Menurut Martin, konsumen akan berpikir dua kali lipat untuk membeli. “Jika disuruh memilih, mereka tentu memilih produk berkualitas dengan selisih harga lima persen lebih mahal. Ini akan terjadi di tahun 2010,” ucapnya.
Jadi, ke depannya, kata Martin, HP tak mau "bermain-main" di harga saja, tetapi juga layanan dan servis. “Dengan pelayanan yang baik, tentu harga lebih mahal lima persen sudah tidak jadi masalah,” ucap Martin.
Tahun depan, Martin berprediksi, perekonomian sudah semakin membaik. Selain itu, diiringi pula dengan masuknya teknologi-teknologi baru dan harga-harga produk PC branded menjadi semakin terjangkau.
“Diperkirakan, produk-produk seperti notebook dan netbook mengalami penurunan harga yang signifikan,” kata Martin. “Tak menutup kemungkinan mini-note turun menjadi tiga jutaan rupiah,” ucapnya.