Sains & Teknologi
Krisis Perusahaan Telco

Ericsson Pangkas 950 Karyawan

Kali ini yang menjadi penyebab adalah tutupnya pabrik base station (BTS) di Swedia.

Jum'at, 11 Desember 2009, 10:01 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
  (gearpatrol.com)

VIVAnews - Kendati keadaannya mulai membaik, dampak krisis finansial global nyatanya masih dirasakan sejumlah perusahaan TI, tidak terkecuali perusahaan sekelas Ericsson.

Di Swedia, di mana kantor pusatnya berlokasi, perusahaan tua yang berdiri sejak 1876 itu menyingkirkan sekitar 950 karyawan dari perusahaan.

Angka tersebut mewakili sekitar lima persen tenaga kerja lokal yang berada di negara ‘Biru Kuning’ itu. Kali ini, yang menjadi penyebab adalah tutupnya pabrik stasiun base station (BTS) Ericsson di Gavle.

Disebutkan, pabarik di Gavle mempekerjakan sebanyak 856 orang. Sementara 90 karyawan lainnya terjadi di kantor fasilitas yang berlokasi di Boras.

“Kami terpaksa mengurangi staf produksi kami karena kebutuhan tenaga kerja mulai dikurangi untuk efisiensi perusahaan,” kata Carl-Henric Svanberg, Chief Executive Ericsson dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Cellular News, 11 Desember 2009.

Sebelumnya, Ericsson menargetkan penghematan biaya hingga US$ 1,4 miliar (setara Rp 13,2 triliun) hingga pertengahan tahun 2010, yang mana target itu mengakibatkan sekitar 5.000 kehilangan pekerjaannya.

Pada September lalu, Ericsson mengumumkan jumlah karyawannya berjumlah kurang lebih 82.500 orang, termasuk tambahan sekitar 6.000 karyawan baru sejak Ericsson mengambil alih perusahaan pengelolaan jaringan di Amerika Serikat, Sprint Nextel.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ