VIVAnews - Grup band Nidji ikut menyemarakkan peluncuran hape esia. Dalam konser "Esia Music City" di kompleks Gedung Sate, Bandung, Minggu malam, 6 Desember 2009.
Grup band asal Jakarta itu melantunkan "Disco Lazy Time" sebagai lagu pembuka. Konser itu sendiri menandai peluncuran produk baru hape Esia, yakni Hape Esia Idolaku, Hape Musicbox, dan Hape Musicbox 2.0.
Selepas Nidji, grup band perempuan asal Bandung, She, menyusul dengan tembang mereka yang tengah populer, "Jomblowati". Band baru The Potters juga menyanyikan hits mereka "Keterlaluan" dan langsung disambut dengan teriakan sekitar seribu penonton. Kemudian berturut-turut tampil Nindy, Geisha, dan Dewi Sandra.
Setiap selesai membawakan lagu, para artis pengisi acara yang dipandu oleh Omesh "Extravaganza" dan Panda tersebut menyelipkan himbauan pada para penonton untuk tidak membeli musik bajakan. Dengan produk baru hape esia yang diluncurkan itu, ribuan lagu dalam dan luar negeri bisa diunduh secara legal dengan biaya Rp 1.000/30 lagu/hari.
Sementara itu, dalam konferensi pers pada Minggu siang, Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom Erik Meijer mengatakan lebih dari 90 persen perputaran uang di industri musik ternyata dinikmati para pembajak lagu.
Menurut Erik, aplikasi Digital Music Download Esia sudah menyediakan sekitar 7.000 lagu dari berbagai genre musik dengan dukungan empat label musik ternama, yakni Sony Music Entertainment, Musica Studios, Universal Music Indonesia, dan Warner Music Indonesia.
antique.putra@vivanews.com