Sains & Teknologi

90% Omzet Industri Musik Dinikmati Pembajak

"Murah sekali, hanya seribu rupiah bisa dowonload banyak lagu," kata personil Vagetoz

Minggu, 6 Desember 2009, 19:40 WIB
Indra Darmawan, Harriska Farida Adiati
Peluncuran Hape Esia Musicbox 2.0 (BTEL)

VIVAnews - Lebih dari 90 persen perputaran uang di industri musik ternyata dinikmati oleh para pembajak lagu.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom Erik Meijer pada peluncuran acara pesta rakyat dan konser Esia Music City, di Bandung, Minggu 6 Desember 2009.

Menurut Erik, sebenarnya prospek industri musik di Indonesia sangat baik. Sebab, hampir seluruh orang Indonesia menyukai musik. Sayangnya, industri ini justru sulit berkembang dengan sehat karena sebagian besar uang di industri ini, masuk ke kantung para pembajak lagu.

"Menurut survei dari ASIRI (Asosisasi Industri Rekaman Indonesia - red), musik legal yang terjual di Indonesia, hanya kurang dari 10 persen," kata Erik. Dari data ASIRI pada 2007, penjualan musik bajakan mendominasi 95,7 persen dari seluruh penjualan musik di Indonesia.

Dalam beberapa tahun belakangan, industri musik kita masih tertolong dengan adanya bisnis Ring Back Tone yang diperkenalkan oleh para operator seluler. Namun masih belum ampuh mengerem penurunan industri musik lokal. 

Pada tahun 1997 penjualan cakram CD dan kaset yang legal masih berada di kisaan angka 90 juta kopi. Namun, pada 2008 angka itu merosot hingga tinggga 11 juta saja. "Akibatnya baik artis, pencipta lagu, maupun label rekaman musik, tidak menikmati keuntungan semestinya," kata Erik.

Oleh karenanya, Erik menjelaskan, Esia mencoba menghadirkan tiga buah hape Esia musik baru, sekaligus menawarkan model bisnis yang menarik. Melalui Hape Esia Music: Hape Esia Idolaku, Hape Esia Musicbox, dan Hape Esia Musicbox 2.0 pengguna bisa mengunduh lagu-lagu baik barat maupun lagu dalam negeri secara legal dan murah.

Ponsel-ponsel tersebut memiliki teknologi Digital Music Download, dan pengguna bisa berlangganan dengan murah, yakni Rp 1000 per hari untuk bebas mendownload 30 lagu secara legal. Ini juga bisa berlaku kelipatannya. 

Teknologi ini memungkinkan lagu-lagu yang diunduh, bisa tetap terproteksi. Artinya, walaupun musik yang sudah dibeli berada di dalam folder musik, tapi secara otomatis file itu akan terkunci (tidak bisa dinikmati), bila pengguna yang tidak berhak hendak memutarnya.

Menurut Erik, aplikasi Digital Music Download Esia sudah menyediakan sekitar 7000 lagu dari berbagai genre musik, mulai dari D Masiv, Letto, Geisha, Hijau Daun, Nindy, The Potters, Vagetoz, Alexa, Kotak, Kangen Band, Samsons, Ecoutez RAN dan lain sebagainya, karena telah didukung empat label musik ternama: Sony Music Entertainment, Musica Studios, Universal Music Indonesia, dan Warner Music Indonesia.

"Aplikasi ini adalah yang pertama di Indonesia," kata Erik. Bahkan dengan hape-hape musik Esia, para pengguna juga mampu mengakses berbagai informasi musik, seperti info artis, ringbacktone, kord dan lirik lagu, tangga lagu, hingga mobile karaoke (khusus pemilik hape Esia MusicBox 2.0).

"Ini bagus sekali, kini lagu-lagu kami bisa didownload dengan resmi lewat ponsel,sehingga bisa mengurangi pembajakan," kata vokalis Vagetoz, Teguh, saat ditemui setelah manggung di konser Esia Music City, Bandung, Minggu 6 Desember 2009.

Menurut para personel Vagetoz, semua lagu yang berasal dari dua album mereka, termasuk lagu-lagu rohani, bisa diunduh menggunakan Hape Esia Idolaku, Hape Esia Musicbox, dan Hape Esia Musicbox 2.0.

"Murah sekali, hanya seribu rupiah bisa dowonload banyak lagu," kata para personil band asal Sukabumi, Jawa Barat ini. "Tadi kami sudah karaoke-an pake esia," lanjut mereka berbarengan. Dengan mobile karaoke, pengguna memang bisa ikut bernyanyi mengikuti lagu yang telah dilengkapi dengan liriknya. 

Namun, tak hanya musik, hape-hape tadi juga dilengkapi aplikasi menarik lain, seperti Facebook, Friendster, Gmail, Yahoo Mail, aplikasi berita VIVAnews, Esiashop, serta berbagai macam games menarik. Menurut Erik, Bakrie Telecom telah menyetok 250 ribu Hape Esia Music, di pasaran.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ