Sains & Teknologi
News Corp Akan Kenakan Charge

Twitter Menentang Murdoch Tutup Akses Media

Rupert Murdoch akan melaju dengan rencananya untuk menutup akses medianya di Google.

Jum'at, 20 November 2009, 11:19 WIB
Heri Susanto
Biz Stone di Konferensi Twitter, Los Angeles (AP Photo/Matt Sayles)

VIVAnews - Pendiri jejaring sosial Twitter, Biz Stone mengungkapkan media atau surat kabar seharusnya berubah menjadi lebih terbuka jika mereka ingin mengeruk keuntungan di dunia online.

"Era masa depan justru keterbukaan, bukan tertutup," kata Stone seperti dikutip BBC, London, 19 November 2009.

Stone tidak sepakat dengan rencana raja media, Rupert Murdoch yang akan melaju dengan rencananya untuk menutup akses kelompok medianya yang selama ini bisa diakses melalui Google.

Murdoch baru-baru ini mengungkapkan bahwa awal tahun depan, kelompok bisnis media, News Corp yang dipimpinnya mulai mengenakan charge atau biaya kepada konsumen untuk mengakses berbagai situs media-nya.

News Corp memiliki the Times dan Sun newspapers di Inggris, serta New York Post dan Wall Street Journal di Amerika Serikat. Namun, Stone tak sepakat dengan rencana itu.

"Mereka seharusnya melihat peluang untuk mencoba perubahan radikal dan menemukan cara bagaimana mencetak uang melalui keterbukaan ketimbang menghimpun uang lewat ketertutupan yang menggelikan," ujar Stone di London.

Twitter sebagai jejaring sosial yang terbuka, memberikan servis kepada pengguna untuk menyampaikan pesan, baik berupa video, gambar atau kata-kata yang dikenal dengan tweet. 

Kebijakan terbuka yang diterapkan oleh Twitter membuat pengguna secara fenomenal. Hanya dalam tempo setahun, antara Februari 2008 hingga Februari 2009, jumlah pengguna tumbuh 1.382 persen dari 475 ribu menjadi tujuh juta pemakai seperti tercatat oleh Nielsen Online.

• VIVAnews
Rating
Komentar
tytry
13/02/2010
ddd
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ