VIVAnews - Penggunaan SLI yang memanfaatkan kode 009 mengalami peningkatan. Disebutkan, kini lebih lebih dari 50% pengguna Esia yang biasa menghubungi nomor luar negeri telah memanfaatkan layanan tersebut.
“Trafiknya meningkat, lebih dari 50 persen pengguna Esia yang menelepon ke luar negri kini melalui layanan SLI. Meski jumlah tepatnya saya kurang tahu,” kata Erik Meijer, Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom, di Jakarta, 19 November 2009. “Yang pasti, seluruh operator kini telah membuka layanan interkoneksinya dengan SLI 009. Jadi, target pasarnya sudah semakin luas,"
Erik menyebutkan, layanan SLI melalui jalur PSTN sudah dapat digunakan di beberapa kota seperti di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Batam. “Nanti akan menyusul enam kota lainnya, yakni Bandung, Denpasar, Makasar, Balikpapan, Palembang, dan Semarang,” kata Erik. “Kami akan lebih agresif lagi tahun depan, akan ekspansi ke puluhan kota lainnya,” ucapnya.
Memang ada beberapa kendala untuk menggenjot trafik SLI 009. Yang paling umum, kata Erik, adalah terkait registrasi dan aktivasi. Seperti diketahui, untuk menikmati layanan SLI 009, pelanggan mengeluh karena adanya persyaratan pendaftaran lebih dulu.
“Selain itu promosi dan branding ke pasar. Ini membutuhkan waktu. Rata-rata baru pengguna Esia yang mengetahui keberadaan layanan SLI 009, sementara yg lain masih banyak yg belum tahu,” kata Erik. “Perlu ada upaya promosi yang lebih agresif ke depannya utk menginformasikan kepada masyarakat bahwa layanan SLI milik Bakrie Telecom juga berkualitas dengan harga yang terjangkau,” ucapnya.
April lalu, Bakrie Telecom Tbk secara resmi melayani jasa telepon internasional dengan kode akses 009. Beroperasinya layanan telepon internasional Bakrie Telecom ini sekaligus menandai berakhirnya era duopoli telekomunikasi penyelenggaraan layanan SLI di Indonesia.
Peresmian layanan sambungan internasional itu dilakukan setelah Bakrie Telecom mendapatkan lisensi jaringan tetap SLI (Sambungan Langsung Internasional) dari pemerintah pada September 2007.
Sebagai informasi, sampai kuartal kedua tahun 2009, pelanggan Esia telah mencapai 8,9 juta pelanggan, dan ditargetkan akan mencapai 10,5 juta pelanggan akhir tahun ini. “Tahun depan, kami optimistis bisa menyentuh angka 14 juta pelanggan,” ucap Erik.