VIVAnews - Ketika Tifatul Sembiring mulai aktif di Twitter, saat awal menjabat sebagai Menkominfo, ia sempat setengah bernazar untuk memberi hadiah kepada para follower-nya.
"Jika followers (pengikut di Twitter) saya lebih banyak dari followers Joko Anwar dalam tiga hari ini, saya akan audiensi dengan wakil teman-teman tweeps (pengguna Twitter-red) dan kita cari bingkisan bagi beberapa followers," begitu Tweet Tifatul pada 25 Oktober 2009, pukul 10.47 wib.
Agaknya, ketika itu Tifatul ingin meniru sutradara Joko Anwar yang berhasil menggaet banyak follower dalam waktu singkat. Tapi tidak dengan cara yang se-kontroversial Joko Anwar.
Namun, sudah hampir sebulan sejak Tifatul menggunakan Twitter pertama kali, 21 Oktober 2009, ternyata followernya belum juga melampaui follower Joko Anwar.
Hingga kini follower Tifatul sudah berjumlah 23 ribuan, sementara follower Joko Anwar sudah berkisar pada 36 ribu.
Walaupun demikian, Tifatul tetap berencana untuk melakukan kopi darat dengan para followernya dan memberikan hadiah kepada beberapa follower.
"Nanti, bila follower Pak Tifatul sudah mencapai 30 ribu, rencananya Bapak mau bertemu dengan para follower," ujar Mabruri, Staf Khusus Menkominfo Bidang Media, kepada VIVAnews, Senin 16 November 2009.
Namun, bukan berarti Tifatul bakal mengumpulkan seluruh 23 ribu pengikutnya dalam suatu tempat. Mekanismenya, kata Mabruri, akan dipilih perwakilan follower yang bakal bertemu muka dengan Tifatul.
"Akan dipilih tweeps yang bisa membuat Tweetun terbaik," kata Mabruri. Tweetun adalah tweet bergaya pantun yang dipopulerkan oleh Tifatul.
Bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu memang gemar berpantun sejak sebelum menekuni Twitter.
Lalu, hadiah apa yang bakal dibingkiskan bagi para Tweeps yang Tweetunnya bakal dipilih oleh Pak Menteri?
"Hadiahnya gadget-lah, semacam BlackBerry begitulah," kata Mabruri. Jadi, bagi para follower Menkominfo di Twitter, siapkanlah pantun terbaik Anda.