VIVAnews - Alangkah kagetnya Cheryl Roberts saat menyalakan komputer. Tiba-tiba di layar komputer wanita 61 tahun asal Pantygog, Bridgend, Wales itu, muncul kotak pesan chatt berisi konten seksual.
Ternyata pesan itu berasal dari seorang anak perempuan yang ditujukan kepada suaminya David Roberts, 68 tahun, yang sedang keluar rumah. Sejak itu Cheryl menyadari, kenapa suaminya, kini bisa anteng berlama-lama di depan layar komputer.
Tapi, tak seperti cerita pada lagu "Bang SMS Siapa?", Cheryl tak langsung gelap mata dan mengkronfontir hal itu kepada pria yang telah ia nikahi selama 20 tahun. Ia justru membuat strategi jitu untuk memastikan kecurigaannya itu.
Mulai saat itu, bila sang suami sedang online di komputer, Cheryl langsung pergi ke komputer yang terletak di ruangan lain di rumahnya, untuk memata-matai gerak-gerik suaminya di dunia maya. Apalagi, Cheryl telah mengetahui nama 'palsu' suaminya di dunia maya, Corky, dan ruang chat mana yang sering ia kunjungi.
Cheryl pun mengunjungi ruang chat itu, berlagak menjadi seorang gadis ABG dan 'berkenalan' dengan suaminya. Akhirnya sang suami terpancing dengan jebakannya. David merayu 'gadis 14 tahun' - yang tak lain adalah istrinya sendiri yang sedang online hanya beberapa meter dari ruangannya - untuk melakukan sex.
David secara gamblang mengumbar gambar dirinya lewat kamera web, sehingga Cheryl positif seratus persen, bahwa suaminya yang bekas pemilik pub itu, adalah buaya darat sekaligus pedofil tulen. Cheryl melaporkannya ke polisi, yang serta merta mencokok David.
Di komputer David, ternyata ditemukan seabrek gambar anak kecil tanpa busana. David sendiri awalnya mengira ia ditangkap polisi karena mengunduh gambar-gambar itu. Belakangan, di persidangan David sadar, bahwa ia dilaporkan oleh istrinya sendiri, yang telah menangkap basah saat ia beraksi.
David membantah bahwa ia telah melakukan kegiatan seks dengan anak-anak di bawah umur. Ia hanya mengaku memang telah memiliki rencana ke arah itu. Ia pun dijatuhi hukuman kerja sosial selama tiga tahun, dan aksesnya ke internet dibatasi.
Baik David maupun Cheryl kini telah berpisah, dan mereka dalam proses bercerai. "Saya masih sangat marah kepada suami saya. Sangat sulit untuk menerima bahwa suami yang Anda nikahi tega berbuat demikian," ujar Cheryl dikutip dari situs Telegraph.
Namun, Cheryl berusaha untuk tetap tegar. "Saya telah melakukan hal yang benar dan saya tak pernah menyesalinya. Sekarang saya cuma perlu waktu untuk melupakan semuanya," ujar Cheryl yang memiliki dua orang anak itu.