VIVAnews - Windows Mobile kehilangan 28 persen pasarnya di ponsel cerdas, selama setahun terakhir. Hal itu terungkap dari laporan kuartal ketiga tahun ini yang dilansir oleh firma riset Gartner.
Dari hasil penelitian yang dikutip oleh CNet, pada Kamis pekan lalu itu, ternyata sistem operasi mobile Microsoft itu hanya menguasai 7,9 persen dari pangsa pasar. Padahal, pada kuartal ketiga tahun lalu, Windows Mobile masih menguasai 11 persen pangsa pasar.
Nasib yang sama juga dialami oleh Symbian, yang mengalami penurunan sekitar 10 persen dari sebelumnya mampu mendominasi 49,7 persen dari pangsa pasar, menjadi 44,6 persen dari pangsa pasar.
Sementara sistem operasi iPhone malah mengalami peningkatan. Pengguna iPhone pada kuartal ketiga tahun ini meningkat hingga 12,9 persen dari 17,1 persen pangsa pasar tahun lalu.
Begitu pula porsi pasar Research in Motion (BlackBerry), yang tahun lalu sebesar 16 persen, tahun ini melonjak menjadi 20,8 persen.
Peningkatan lainnya justru dialami oleh sistem operasi ponsel cerdas berbasis open source, yakni sistem operasi Android.
Dari laporan terakhir, pasar ponsel Android telah mencapai 3,9 persen. Padahal tahun lalu Android sama sekali belum digunakan, karena belum muncul.
"Dari satu sisi, pasar bergerak ke arah open source," kata Roberta Cozza, seorang analis dari Gartner. Namun, di sisi lain, kata Robert, pengguna juga cenderung mengadopsi environment yang tertutup, seperti Apple dan RIM.
Sementara Windows Mobile, dinilainya terperangkap di tengah-tengah. "Microsoft harus berfikir keras, tentang apa yang dapat mereka lakukan," ujar Robert.