
VIVAnews - Perusahaan prosesor komputer Intel baru-baru ini menuai protes dari kalangan kelompok Yahudi ultra ortodoks di Israel.
Kelompok Yahudi ultra ortodoks marah karena Intel mempekerjakan karyawan-karyawannya saat hari Sabtu, di mana merupakan hari terlarang untuk bekerja bagi kaum Yahudi.
Seperti dikutip dari situs BBC, para demonstran beraksi di depan kantor Intel di Yerusalem, pada hari Sabtu pekan ini. Aksi dihadiri oleh sekitar 1000 orang dari kelompok Yahudi ortodoks. Mereka meneriakkan kata-kata "Shabbes! Shabbes!" yang artinya adalah hari Sabtu.
Sebelum para demonstran sampai di lokasi, Intel telah memasang barikade kawat berduri untuk mengantisipasi demonstrasi itu. Namun tidak ada laporan tentang adanya bentrokan atau aksi kekerasan.
Selama bertahun-tahun Intel memang telah mengoperasikan pabriknya di Israel, termasuk juga pada hari Sabtu. Intel sendiri mempertahankan kebijakannya itu hingga sekarang.
"Kami selalu bekerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Bila memang diperlukan, kami juga bekerja pada hari Sabtu," ujar juru bicara Intel Israel, Kobi Becker, kepada situs Ynet.
Belakangan ini, kelompok Yahudi ultra ortodoks memang semakin agresif untuk menentang kebijakan perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan karyawannya pada hari Sabtu. Mereka secara reguler juga menentang dibukanya perparkiran pada hari Sabtu.