VIVAnews - Ponsel Qwerty lokal, alias ponsel yang menggunakan tombol alfabet layaknya keyboard komputer seharga Rp 500 ribuan sudah mulai muncul di pasaran. Meski demikian, kehadiran ponsel tersebut tidak membuat Gvon, produsen ponsel lokal lainnya khawatir.
“Kami tahu di pasar sudah ada ponsel Qwerty seharga 500 ribuan. Tapi, jujur saja, kami tidak takut dengan kehadirannya,” kata Harianto, Direktur PT Gvon Nusantara (Gvon) pada VIVAnews di Jakarta, 13 November 2009. “Pasalnya, spesifikasi yang ditawarkannya sangat terbatas. Ia tidak punya Java platform, jadi tidak bisa menambah aplikasi tambahan,” ucapnya.
Lagipula, Harianto menyebutkan, pihaknya juga sudah memiliki ponsel Qwerty dengan fitur video chatting. “Ini yang pertama di Indonesia. Jadi, kami sama sekali tidak khawatir,” ucapnya.
Ponsel yang dimaksud Harianto tersebut adalah Gvon 920, yang mana tipe ini diluncurkan dalam paket bundling dengan PT Excelcomindo Pratama (XL). Dengan fitur kamera 5MP dan push-mail, ponsel yang telah dilengkapi aplikasi Google Maps dan Real One player ini dibanderol dengan harga Rp 1,19 juta per unitnya.
Namun demikian, Harianto mengaku, ada niatan untuk menyusul langkah Ponsel IMO dalam menelurkan ponsel seharga setengah jutaan. “Niat sih ada, karena memang pasar, terutama segmen low-end cenderung mementingkan desain ketimbang fitur-fitur di dalamnya,” ucapnya.
“Tapi, kami tak mau terlalu downgrade kemampuan ponsel kami. Setidak-tidaknya harus ada Java platform. Jadi, kemungkinan harganya seputar Rp 600 ribuan,” kata Harianto. “Terlalu minimalis juga tidak bagus. Tidak ada yang bisa diunggulkan di pasar,” ucapnya.