Sains & Teknologi

Rupert Murdoch Akan Blokir Pencarian Google

News Corp punya Times dan Sun di Inggris, New York Post dan Wall Street Journal di AS.

Rabu, 11 November 2009, 11:56 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
Akses Berita Lewat Gadget (VIVAnews)

VIVAnews - Rupert Murdoch, konglomerat media asal Australia berencana untuk memblokir Google News dari memanfaatkan konten milik News Corp, perusahaan media raksasa miliknya.

Seperti VIVAnews kutip dari Sky News Australia, 11 November 2009, yang kebetulan merupakan salah satu perusahaan media yang ia miliki, Ia akan mencari cara bagaimana cara menghilangkan berita-beritanya dari indeks pencarian Google.

News Corp sendiri sempat menyatakan bahwa mereka akan mengenakan biaya bagi pengunjung yang mengakses situs-situs mereka. Untuk itu, Murdoch yakin bahwa mesin pencari tidak boleh menggunakan judul dan paragraf di beritanya untuk ditampilkan di hasil pencarian.

“Ada doktrin yang disebut dengan ‘fair use’ yang kami yakin bisa diselesaikan di pengadilan dan diterapkan sepenuhnya,” kata Murdoch. “Tetapi kami akan mengarah ke sana secara perlahan lahan,” ucapnya.

Rencana penerapan biaya bagi pengunjung situs berita kelompok News Corp itu diumumkan awal tahun ini. Rencananya, langkah tersebut akan diterapkan Juni mendatang.

News Corp memiliki koran Times dan Sun di Inggris serta New York Post dan Wall Street Journal di Amerika Serikat. Saat ini, sejumlah penerbit surat kabar di seluruh dunia sedang mencari cara untuk mendapatkan uang dari internet. Khususnya di masa sulit ketika pendapatan dari iklan menurun.

Risikonya, penerapan biaya akan membuat pembaca meninggalkan media massa tersebut yang sudah terlanjur terbiasa memanfaatkan konten secara gratis dan memblokir iklan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ