Sains & Teknologi

5 Inovasi TI yang Dikembangkan Lintasarta

Inovasi itu berhasil menyabet juara 2 di kategori Telekomunikasi di e-Company Award 2009.

Selasa, 10 November 2009, 17:48 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
  (trustyandcompany.com)

VIVAnews - PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) meraih juara kedua kategori Telekomunikasi dalam ajang e-Company Award 2009. Selain menjadi business enabler, Divisi TI Lintasarta juga merupakan operational support untuk jasa Value Added Services (VAS). Implementasi TI yang dikembangkan di Lintasarta berhasil memberikan percepatan proses bisnis, update informasi secara real time, meningkatkan kepuasan pelanggan dan efisiensi biaya.

Ada 5 inovasi TI yang dikembangkan dan diimplementasikan di Lintasarta pada tahun 2009 ini.

Pertama, Lintasarta mengembangkan portal untuk pelanggan dan proactive monitoring system. “Portal ini digunakan untuk pelanggan memonitor status pasang baru, status penanganan gangguan dan monitoring jaringan eksisting,” kata Yosi Widhayanti, General Manager TI Lintasarta, pada keterangan yang VIVAnews kutip, 10 November 2009.

“Adapun proactive monitoring system digunakan untuk mempercepat deteksi gangguan jaringan,” ucap Yosi. “Sehingga dapat meningkatkan avalaibilitas jaringan pelanggan,” ucapnya.

Kedua, lanjut Yosi, Lintasarta juga melakukan implementasi video conference untuk seluruh kegiatan kordinasi dan pelatihan di seluruh cabang Lintasarta. Dengan demikian, efisiensi biaya dan waktu akan meningkat.

“Yang ketiga adalah implementasi workflow system,” kata Yosi. “Ini adalah sistem layanan TI yang terintegrasi di seluruh kantor cabang Lintasarta sehingga mempercepat proses pemasangan jaringan dan penanganan gangguan di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Dengan mengembangkan workflow system, Lintasarta berhasil meningkatkan standar delivery time dari 21 hari menjadi 14 hari kerja. Tak hanya, itu sistem tersebut juga meningkatkan produksi provisioning dari 250 jaringan perbulan menjadi 450 jaringan perbulan. “Melalui sistem otomasi pasang jaringan baru dan sistem otomasi penanganan gangguan, Lintasarta telah berhasil melakukan efisiensi hingga 3,8 milyar rupiah per tahun," terang Yosi,” ucapnya.

Keempat, Lintasarta telah mengimplementasikan GIS (Geographical Information System) yaitu sistem yang digunakan untuk mengelola coverage Jaringan Lintasarta.

Adapun inovasi kelima adalah percepatan pengambilan keputusan oleh managemen dengan mengembangkan EIS (Executive Information System). Di sini pihak management (Level Manager sampai dengan Direksi) dapat memonitor data Produksi Perusahaan, Revenue, Piutang, Pengaduan Pelanggan dan Monitoring Penggunaan Anggaran Perusahaan.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ