Sains & Teknologi
Perilaku Manusia

Orang Tak Bahagia Nonton TV Lebih Banyak

Orang yang tak bahagia tonton TV 30 persen lebih banyak dibanding orang yang bahagia.

Rabu, 19 November 2008, 12:48 WIB
Muhammad Firman
  (cartoonstock.com)

Menurut hasil survey yang dipublikasikan Livescience, orang yang tidak bahagia menonton televisi 30 persen lebih banyak dibandingkan dengan orang yang hidup senang. Itu terungkap dari survey yang dilakukan terhadap lebih dari 30 ribu orang dewasa Amerika yang berlangsung antara tahun 1975 sampai 2006 sebagai bagian dari General Social Survey.

Orang yang bahagia tercatat menonton televisi rata-rata selama 19 jam per minggu, sedangkan orang yang tidak bahagia rata-rata menonton televisi 25 jam per minggu. 

Sebagai tambahan, orang yang bahagia lebih aktif secara sosial. Mereka lebih sering menghadiri acara keagamaan, lebih rajin menyumbangkan suara dan lebih banyak membaca dibandingkan dengan orang yang sebaliknya.

Meski begitu, para peneliti tidak bisa memastikan, apakah ketidakbahagiaan membuat lebih banyak nonton televisi atau terlalu banyak menonton televisi yang membuat jadi tidakbahagia.

Pasalnya, para partisipan survey menyatakan bahwa mereka senang menonton televisi. Dari riset yang dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa ketika penonton menyaksikan siaran televisi, mereka menikmatinya. Dalam penelitian, partisipan menyatakan bahwa dari skala 0 (tidak menyukai) sampai 10 (sangat menikmati), aktivitas menonton televisi mendapat nilai mendekati 8.

Tetapi mungkin kenikmatan dari menonton televisi tidak berlangsung lama. “Data yang saling bertentangan ini bisa berarti bahwa TV bisa menyediakan penontonnya kenikmatan sementara, tetapi dengan akibat rasa tidak nyaman yang berkepanjangan,” kata peneliti John Robinson, seorang sosiolog dari University of Maryland, College Park.

Dengan skenario seperti ini, bahkan seorang yang paling bahagiapun akan menjadi tidak bahagia juga terus menerus menonton siaran televisi. Para peneliti juga menyebutkan bahwa menonton televisi juga bisa membuat aktivitas lain yang lebih bermanfaat jadi terabaikan. Contohnya adalah olah raga, seks, pergi ke pesta dan bentuk aktivitas sosial lainnya yang justru lebih memiliki manfaat secara psikologis.

Kesimpulan lain, televisi merupakan pelarian bagi orang-orang yang sudah tidak bahagia.

“TV tidak menghakimi ataupun menyulitkan, jadi orang dengan kemampuan sosial yang rendah bisa langsung akrab dengannya,” tulis Robinson dan Steven Martin, rekannya dari University of Maryland di jurnal Social Indicators Research edisi Desember. “Lebih jauh lagi, kesedihan kronis bisa melemahkan individu secara pribadi dan sosial serta dapat mempengaruhi pekerjaan dan aktivitas pribadi ataupun sosial. Tetapi orang yang paling tidak bahagiapun dapat memencet remote dan bisa secara pasif dihibur oleh TV.”

Para peneliti juga menyebutkan riset yang lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengamati hubungan antara televisi dengan tingkat kebahagiaan.

• VIVAnews
Rating
Komentar
ivonny pattiruhu
08/08/2011
that's great !!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ