Sains & Teknologi

'Evan Brimob' Baru Kenal Internet

Evan mengaku bahwa dirinya menganggap facebook sebagai buku harian.

Jum'at, 6 November 2009, 12:06 WIB
Ismoko Widjaya
Evan Brimob (Facebook Evan Brimob)

VIVAnews - Pemilik akun facebook Evan Brimob sudah diperiksa Polda Sumatera Selatan. Pria berpangkat Bripda itu tenyata baru 'melek' internet.

"Dia (Evan Brimob) itu anak baru. Baru tahu internet jadi baru tahu facebook," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Abdul Gofur, Jumat 6 November 2009.

Menurut Abdul Gofur, saat ini Bripda Evan sudah menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan sementara, Evan mengaku bahwa dirinya menganggap facebook itu sebagai buku harian.

"Jadi dia anggap facebook itu diary. Maka itu, kami mohon masyarakat untuk tidak membesar-besarkan kasus ini," ujar dia.

Sebelumnya, status akun atas nama Evan Brimob membuat geger dan panas facebookers tanah air.

Status atas nama Evan Brimob itu tertulis 'Polri gak butuh masyarakat.. tapi masyarakat yg butuh polri.. maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil.'

Meski mendapat banyak hujatan, akun Evan tetap ada yang memberi dukungan. Markas Besar (Mabes) Polri meminta masyarakat tidak terlalu jauh menanggapi akun facebook atas nama Evan Brimob.

"Sekarang ini eranya demokrasi, semua bebas berbicara," kata juru bicara Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 5 November 2009.

• VIVAnews
Rating
Komentar
klenik
13/05/2010
Mestinya nggak bisa lulus seleksi psikologi ini anak. Anak ini "SAKIT" dan Psikopat, berbahaya bagi teman-temannya juga. Saranku sebaiknya dia harus melalui lagi serangkaian tes psikologi dan investigasi record livenya.
Balas   • Laporkan
aku
10/11/2009
ya maklum lah....baru pegang komputer, baru belajar nulis,...baru kenal internet...
Balas   • Laporkan
ICHWAN
07/11/2009
Makanya kalau tidak mengerti permasalahan jangan mudah memberi komentar, akhirnya menjadi bumerang bagi diri sendiri n institusinya
Balas   • Laporkan
mas hadi
07/11/2009
Evan lagi khilaf dalam berucap, misalnya : Emaknya, bapaknya, adiknya, kakaknya, embahnya, budenya, omnya semuanyakan bagian dari masyarakat, Apakah Evan nggak butuh mereka ? keterlaluan. Polri tetap butuh rakyat ! kecuali Evan..?
Balas   • Laporkan
dicky
07/11/2009
yg bner aja donk.. van, lu ga sdar pa? lu tu digaji pake uang masyarakat(rakyat).. bearti kluarga lu jg ga btuh lu.. krna lu adlh POLISI..
Balas   • Laporkan
buburketek
06/11/2009
klo anggotanya salah pasti didukung, tapi klo masyarakat pasti di telan kayak cicak, pake bawa nama2 hacker sgala disalahkan
Balas   • Laporkan
kevin
06/11/2009
klo semua punya hak buat mengungkapkan pendapat spt si evan, trus gimana dengan Prita..??? kan katanya era demokrasi ..yang adil..
Balas   • Laporkan
rakyat prihatin
06/11/2009
Ada pertanyaan yang lebih dalam lagi sebetulnya untuk dikaji. Kalau sampai ada "anak baru" yang punya pandangan seperti itu, perlu dipastikan apakah pandangan atau doktrin seperti ini yang didapat si Evan ini didapat dari pendidikan/sekolah calon polis
Balas   • Laporkan
rakyat prihatin
06/11/2009
Ada pertanyaan yang lebih dalam lagi sebetulnya untuk dikaji. Kalau sampai ada "anak baru" yang punya pandangan seperti itu, perlu dipastikan apakah pandangan atau doktrin seperti ini yang didapat si Evan ini didapat dari pendidikan/sekolah calon polis
Balas   • Laporkan
Ade Rifki
06/11/2009
Ya betul.. Kebebasan bicara bukan berarti harus melakukan 'tuduhan tanoa mendasar' dong pak? Evan yg baru kenal internet memang tidak perlu dibesar2kan... Tapi 'psikologis' dr segelintir anggota Polri seperti Evan perlu di 'perbaharui'! Jadi ya bolehlah s
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ