Sains & Teknologi

Evan Brimob Ikut Grup Pendukung Bibit-Chandra

Meski dihujat karena statusnya, 'Evan Brimob' ternyata pendukung Bibit-Chandra.

Kamis, 5 November 2009, 15:06 WIB
Ismoko Widjaya
Evan Brimob (Facebook Evan Brimob)

VIVAnews - Status akun atas nama 'Evan Brimob' menghebohkan dan membuat panas facebookers tanah air. Meski dihujat karena statusnya yang menuai protes keras, pemilik akun 'Evan Brimob' ternyata pendukung Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah.

Penelusuran VIVAnews, akun facebook atas nama 'Evan Brimob' tergabung dalam beberapa grup yang diminati. Sedikitnya ada empat grup yang dikonfirmasi 'Evan Brimob' untuk bersedia bergabung.

Salah satu grup yang disetujui 'Evan Brimob' untuk bergabung yakni, 'Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto.'

Grup Bibit-Samad ini sebagian besar berisi mereka yang mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Grup pendukung dua pimpinan KPK nonaktif itu bermula saat keduanya ditahan oleh Markas Besar Polri.

Karena penahanan itulah, Polri menuai berbagai protes dari masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Selain tergabung dalam grup Bibit dan Chandra, Evan Brimob juga ikut dalam empat grup lainnya.

Empat grup yang diikut Evan Brimob yakni, Francesco Totti, Center Stage Community, Lega Calcio, dan Teratai30 (Let17-1watukosek). Informasi pada akun 'Evan Brimob' tertulis bahwa dia bekerja Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan.

Status akun atas nama Evan Brimob membuat geger dan panas facebookers tanah air. Status atas nama Evan Brimob itu tertulis 'Polri gak butuh masyarakat.. tapi masyarakat yg butuh polri.. maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil.'

Meski mendapat banyak hujatan, akun Evan tetap ada yang memberi dukungan. Sementara Markas Besar Polri meminta hal-hal seperti ini tidak perlu ditanggapi secara serius.

"Bisa saja dia (Evan Brimob) itu mengaku-ngaku," kata juru bicara Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 5 November 2009.

"Bisa benar bisa tidak kan, sekarang ini eranya demokrasi, semua bebas berbicara," kata Nanan yang juga mantan Kepala Polda Sumatera Utara. "Tidak usah ditanggapi lah," ujar Nanan.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
mollee
09/11/2009
Semoga Tuhan menyadarkan Evan, Selamatkan Indonesia, masih banyak masalah yang dihadapi bangsa ini, jangan lah ada evan2 lain yang semakin memperkeruh suasana, INDONESIA ADALAH SATU KESATUAN UTUH jangan samapi kita terpecah belah http://foryou
Balas   • Laporkan
Jaya Negara
09/11/2009
Eavn masih emosional, terus lah berlatih mengelola emosi disamping berlatih bertempuh dan berlatih melayani masyarakat. Jangan pongah karena seragam dan baret mu. apalagi pongah karena pangkat mu. begitu dan kamu pensiun kepada kamu hendak hidup? kamu pas
Balas   • Laporkan
chandz
08/11/2009
bertaubatlah evan !
Balas   • Laporkan
chandz
08/11/2009
indonesia merdeka aja ^^
Balas   • Laporkan
anpi
06/11/2009
@Ba'i Bothe: Bapak sudah baca commentnya Evan di FB? Tolong disimak yah http://www.facebook.com/photos/?ref=sb#/group.php?gid=175249282233&v=photos&so=45 Menurut saya sih meski dia baru saja lepas dari pendidikan kepolisian yang keras tidak ada hubunga
Balas   • Laporkan
jay
06/11/2009
wahai penegak hukum bersatulah.jangan saling hujat,caci maki.sesungguhnya pekerjaan kalian sangat mulia dimata Allah swt apabila dikerjaan dgn benar.kalian skrg diadu domba. majulah polri kejaksaan dan kpk
Balas   • Laporkan
pendukung anti korupsi
06/11/2009
bebas bicara siy bebas pak..ini negara hukum pak, semua ada aturannya, katanya anda mantan penegak hukum yg memiliki jabatan, masa hal seperti itu nggak mengerti, ibu prita aja pernah digugat karena hal itu padahal apa yang dia katakan adalah sebuah keben
Balas   • Laporkan
iib
06/11/2009
SUDAH SAATNYA POLRI DIBAWAH DEPARTEMEN DALAM NEGERI/POLHUKAM SEBAB POLRI SDH BERSTATUS PNS.
Balas   • Laporkan
iib
06/11/2009
SUDAH SAATNYA POLRI DIBAWAH DEPARTEMEN DALAM NEGERI/POLHUKAM SEBAB POLRI SDH BERSTATUS PNS.
Balas   • Laporkan
nugroho
06/11/2009
"Bisa benar bisa tidak kan, sekarang ini eranya demokrasi, semua bebas berbicara," kata Nanan yang juga mantan Kepala Polda Sumatera Utara. "Tidak usah ditanggapi lah," ujar Nanan.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ