VIVAnews - Tifatul Sembiring ternyata tak hanya jago di Twitter. Menkominfo yang belum genap tiga minggu dilantik itu, bertekad untuk juga memanfaatkan jejaring sosial lainnya.
"Buat saya, mengoptimalkan jejaring sosial virtual itu sangat 'Menkominfo' banget! Insya Allah dengan demikian terjadi perbaikan signifikan dalam pola interaksi antar masyarakat dan para pelayan mereka, para pejabat publik, yang saat ini terkesan tersumbat," kata Menteri Tifatul kepada VIVAnews, melalui surat elektronik, Selasa 3 November 2009.
Tak hanya memanfaatkan jejaring sosial Twitter ternyata Tifatul juga memberdayakan jejaring sosial Facebook bahkan juga mencoba untuk berinteraksi dengan masyarakat lewat layanan mikroblog Plurk.
Tifatul mengakui bahwa hingga kini ia lebih sering berinteraksi lewat Twitter karena lebih mudah digunakan. "Sejauh pengalaman saya sebagai seorang newbie (pemula) yang ingin terus belajar di dunia jejaring sosial, Twitter memang lebih mudah digunakan ketimbang jejaring sosial lainnya."
Namun, kata Tifatul, seluruh jejaring sosial yang ada saat ini, sangat besar potensinya untuk memperkaya komunikasi antara komponen masyarakat, termasuk mereka yang diamanahi tugas sebagai pejabat publik. "Saat ini saya berusaha belajar menggunakan jejaring sosial lainnya karena ingin lebih banyak merangkul komunitas dunia maya."
Tifatul mengatakan, ke depan tren ini akan semakin mengglobal. "Mulai dari Presiden Obama, hingga pemerintahan di negara-negara maju Eropa menggunakan jejaring sosial virtual sebagai tools bagi komunikasi dan penampungan aspirasi masyarakat mereka."

Di Facebook Tifatul bisa disambangi di halaman http://www.facebook.com/tifsembiring dan halaman grup http://www.facebook.com/tifatul.sembiring serta di Plurk, ia memiliki akun di http://www.plurk.com/tifatulsembiring.
Halaman Facebook Tifatul terlihat sudah nyaris penuh, dengan teman sebanyak 4.997 orang. Sementara halaman grup Facebooknya telah memiliki sebanyak 16.442 pendukung. Adapun di Plurk, ia memiliki 576 teman dan 104 pengikut.
Dari jejak statusnya di ketiga jejaring sosial itu, terlihat Menkominfo sudah sangat lihai memanfaatkan media baru ini. Beberapa kesempatan tidak dilewatkan tanpa membuat status di ketiga jejaring sosialnya. Lewat media-media tadi, beberapa pernyataan pribadi Tifatul juga kerap muncul.
"Dengar kabar baik penangguhan bibit-chandra. moga makin meningkatkan semangat memberantas korupsi di negeri ini," kata bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu di Plurk.
Tak hanya itu, Tifatul juga sering meminta masukan dari ketiga jejaring sosial ini, misalnya ketika meminta masukan tentang negara-negara mana yang hendak dijadikan model dalam pengembangan open source tanah air.
Selain Tifatul, menteri-menteri PKS seperti Suswono, Salim Segaff Al-Jufri dan Suharna Surapranata, serta Wakil Presiden Boediono juga memiliki akun di Twitter.