VIVAnews - Prediksi banyak pakar seputar krisis finansial global mulai meleset ketika melihat fakta bahwa rencana pembelian dalam musim liburan tahun ini meningkat. Khususnya untuk empat ponsel pintar teranyar di pasar, yakni Apple iPhone 3GS, Palm Pre, BlackBerry Storm2 dan BlackBerry Onyx.
Lembaga riset ChangeWave baru-baru ini mengadakan survey dengan sampel 4.255 responden. Survey tersebut difokuskan pada eksplorasi data khusus di industri ponsel pintar pola beli konsumer. Meski begitu, karena sampelnya terlalu kecil, itu tak bisa merepresentasikan hasilnya untuk pasar Amerika Utara, apalagi untuk skala dunia. Tetapi cukup untuk bahan pertimbangan.
Dari hasil survey tersebut, diketahui bahwa di industri saat ini, Research In Motion (RIM), menguasai 40 persen pangsa pasar, sedikit menurun dibandingkan survey sebelumnya. Sementara Apple, kendati berhasil mencatat pertumbuhan signifikan, posisinya masih di bawah RIM dengan 30 persen pangsa pasar. Palm Pre relatif kurang mendapat sambutan baik dengan 7 persen.
Berangkat dari hasil temuan tersebut, prediksi ChangeWave menyatakan bahwa 90 hari ke depan, 36 persen responden berencana membeli iPhone, sementara 27 persen kepincut untuk mempunyai BlackBerry. Lagi-lagi, Palm tidak begitu ‘bersinar’, karena hanya 8 persen yang mengaku akan membeli Pre.
Meskipun angka ini hanya prediksi semata, ChangeWave dapat menarik hipotesa bahwa pangsa pasar BlackBerry akan tergerus oleh iPhone.
“Beragamnya varian perangkat BlackBerry yang beredar di pasar menjadi kunci RIM untuk mendapatkan spektrum pasar yang luas. Namun, kelihatannya mereka agak kesulitan unutk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru,” kata jurubicara ChangeWave, seperti VIVAnews kutip dari BlackBerry Cool, 28 Oktober 2009.
Apa yang dibutuhkan RIM saat ini, menurutnya, adalah inovasi yang gres, tak hanya mengeluarkan sebuah perangkat baru. “Kami pernah mendengar Mike Lazaridis akan membuktikan bahwa pemasaran akan menaklukkan inovasi. Dan, itulah yang dilakukannya di dalam perusahaan. Onyx atau Bold 9700 bukanlah inovasi, tetapi strategi pemasaran,” ucap jurubicara tersebut.
“Apa yang dilakukannya adalah menciptakan barang yang sama dengan wujud yang berbeda. Hal serupa juga bisa dilihat pada Tour 9630 dan Curve 8900. Satu-satunya yang bisa dikatakan inovasi dari RIM adalah Storm2, yang telah keluar ‘jalur’ sebagai sebuah perangkat layar sentuh ala RIM,” ucap jurubicara tersebut.
Dari segi software, RIM memang lebih agresif dengan OS 5 dan implementasi widget-widget baru. Namun, itu dinilai masih belum cukup.
“Kami kira dengan pergerakan pasar yang kian cepat, RIM akan mempertahankan pangsa pasarnya di pasar konsumer dengan meluncurkan fitur-fitur software baru yang mampu memikat publik,” ucap jurubicara ChangeWave.