VIVAnews - Pandemi virus H1N1 atau yang lebih populer disebut flu babi semakin mengancam. Bahkan Presiden Barack Obama mengeluarkan pernyataan darurat nasional terkait penyebaran visus yang semakin cepat.
Menanggapi situasi tersebut, Sekolah Tinggi Kedokteran Harvard berharap bisa mendidik masyarakat dengan memberi informasi seputar flu babi melalui aplikasi iPhone.
Seperti VIVAnews kutip dari Techcrunch, 27 Oktober 2009, aplikasi mengenai informasi flu babi (Swine Flu Application) memuat video, animasi, dan teks yang bisa digunakan pengguna untuk mengetahui informasi dasar mengenai flu babi.
Informasi yang bisa diakses antara lain mengenai cara mengurangi risiko virus dan trik mempersiapkan bisnis saat menghadapi pandemi. Aplikasi itu juga memuat update real-time dan berita-berita seputar H1N1 dari Harvard. Adapun untuk harganya, Harvard mengenakan biaya sebesar US$1,99.
Menggunakan aplikasi tersebut, pengguna bisa menaksir seberapa dekat penyebaran virus ke lokasi mereka. Pasalnya, pada aplikasi itu terdapat fitur “HealthMap” di mana pengguna bisa mengetahui kondisi epidemi di lokasi tempat pengguna berada dan juga di lokasi-lokasi lain.
Bagi mereka yang merasa tidak enak badan tetapi tidak yakin apakah ada kaitannya dengan H1N1, aplikasi itu juga menyediakan alat periksa gejala secara interaktif. Fasilitas periksa bisa membantu untuk mengindikasikan gejala flu babi dan apakah perlu untuk memeriksakan diri ke dokter.
Sebenarnya ada aplikasi lain yang menyediakan layanan serupa, seperti ‘Swine Flu Tracker’ yang dibuat oleh IntuApps. Namun tidak ada yang melibatkan institusi kedokteran.
‘Swine Flu App’ merupakan bagian dari strategi mobile Harvard dengan kapasitas lebih besar yang disebut HMS Mobile. HMS Mobile bertujuan mengirimkan serangkaian Aplikasi iPhone untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.